Kamis, 28 Oktober 2010

(FF) MY LADY...... Chap Six

Cast :
Jang Geun Suk as Prince Shin Young
Hwang Mi Ra as Princess Hwang
Kang Man Bok as Prince Shin Assistant
Lee Yoo Hye as Princess Hwang Assistant
Shin Mae Ri as Maid
Jung Ji Ae as Maid


Sebelumnya,
"Appa, Eomma, Halabeoji..... aku akan menikah... mengapa kalian tidak memberitahu aku kalau kalian memilihkan calon suami tampan untukku, harusnya aku bisa mengenal dan berpacaran dengannya lebih dulu...doakan aku dari sana semoga aku bisa menjadi pendamping juga anak yang baik untuk mereka..."

"Paradoxical Feeling Of Warmt???? maksudnya.... apa sebegitu parahnya, Dr. Kim lakukan yang terbaik untuknya..."pinta Shin.

#6

Hampir tengah malam Shin mengantar Ibu Suri kembali ke istananya. Sepanjang jalan kembali ke tempat Mira pikirannya teringat dengan ucapan Ibu Suri. PRAAANG...

Shin berlari menuju kamar Mira, dilihat Mira yg gelisah hingga menyenggol gelas hingga jatuh...
"Eomma... Eomma... Appa.... Halabeoji....." Igau Mira. Shin menghapus keringat diwajah Mira.
"appa..... appa... jangan pergi... appa..." ucap Mira pada Shin yg terbangun sambil memeluk dan terus menyebut Shin dengan panggilan "Appa". Shin terkejut matanya terbelalak saat Mira memeluknya, dia hanya diam tanpa membalas pelukan Mira, hingga akhirnya ia teringat ucapan Dr. Kim. Shin memeluk dan mengusap rambut Mira perlahan hingga ia kembali tertidur.

Pagi Hari,

Mira masih belum sadarkan diri, wajahnya masih terlihat pucat saat Ji Ae dan Mae Ri menggantikan pakaiannya. Hingga malam Mira masih tak sadar, Dr. Kim masih terus memantau kesehatan Mira saat sore hari.
"bagaimana ini, Putri belum sadar juga beberapa hari lagi pernikahannya.."ucap Mae Ri
"semoga Putri cepat sadar, kasian Pangeran Shin dia menunggui Putri Hwang sepanjang malam dan hari ini dia bersama Yang Mulia menyambut tamu2 yang datang untuk pernikahannya..."jawab Ji Ae.
"Permaisuri juga sibuk, dia senang sekali menyambut menantunya..."kata Mae Ri.
"oh.. haus... eomma..."ucap Mira lemah
"PUTRI..." jerit Mae Ri dan Ji Ae bersamaan.
"Mae Ri... Ji Ae... aku haus... aku kenapa...."ucap Mira lemah yang mencoba bangun.
"Putri tidur saja dlu, biar aku ambilkan... Mae Ri beritahu Pangeran Shin..."pinta Ji Ae
Mae Ri langsung bergegas mencari Shin.

Istana Gogwihan,

Mae Ri mendekati Kang Man Bok dan membisikkan tentang kondisi Putri. Pangeran Shin masih berbincang dengan beberapa tamu, namun sekilas ia melihat kedatangan Mae Ri yang berbicara dengan Man Bok. Sesaat kemudian Man Bok mendekati Shin dan memberitahu keadaan Mira, namun ia tidak bisa meninggalkan acara.

Istana Gongju,

“Putri Hwang masih pusing...”Tanya Ji Ae.
“aku tidak apa2 Ji Ae... berapa lama aku tertidur...?” tanya Mira
“mulai kemarin Putri, untunglah sekarang sudah sadar, Istana hari ini banyak sekali tamu.. Pangeran Shin dan Yang Mulia sibuk menjamu mereka..” Terang Ji Ae.
“apakah akan ada acara kerajaan...”
“Putri Hwang, mereka datang untuk pernikahan Putri... anda tidak lupakan..” ucap Ji Ae khawatir.
“Ji Ae... kenapa aku bisa lupa, aku terlalu lama tidur... aku mau mandi Ji Ae, bolehkan? badanku lengket...”
“Putri, tapi terlalu dingin... aku lap saja ya, aku ganti baju Putri juga... “ Jawab Ji Ae dan Mirapun mengiyakan.
Saat rapi Mira duduk ditaman dekat kamarnya ditemani Ji Ae.
“tiga hari lagi aku akan menikah Ji Ae... semua pasti sibuk sementara aku, malah membuat repot semua orang...”keluh Mira dengan tatapan kosong. Tak lama Mae Ri dan Yoo Hye datang menemani.
"Syukurlah Putri, anda telah sadar....”ucap Yoo Hye.
“Yoo Hye Eonni, adakah yang perlu aku lakukan sebelum pernikahan..?” Tanya Mira.

Yoo Hye menerangkan seluruhnya tentang apa yang harus dipersiapkan Mira. Mira mendengarkan semua, dirinya harus berjudi dengan waktu melakukan semua, Yoo Hye tidak ingin meneruskan namun Mira terus memaksa tuk mengetahui seluruh prosesi itu. Saat hampir tengah malam Mira menyuruh semua pelayannya beristirahat namun ada beberapa buku yang dimintanya dari Yoo Hye tuk dipelajari. Fisik lemah tak mengurangi niatnya tuk mengetahui itu semua, sampai saat dimana dia sedang asyik menghabiskan bacaannya...

"Putri Hwang.... sudah larut malam...." ucap seseorang dari belakang Mira.
"Pangeran Shin.... anda datang kemari, ada apa..."Tanya Mira.
"melihat kondisi calon istriku yang sudah begitu menghebohkan dan merepotkan semua orang.. kau sudah sehat permaisuriku..."ucap Shin menyindir berdiri menyandar menatap Mira.


Mira duduk bersandar pada kursinya menatap Shin, terlihat diwajahnya kalau ia mulai terbiasa dengan kata2 Shin yg pedas dan menyakitkan."kau khawatir padaku Pangeran Shin.?? hmmm, aku benar2 merasa seperti permaisurimu, begitu tersanjung dengan perhatian anda Pangeran..."jawab Mira kembali menyindir, Shin hanya tersenyum sinis mendapat perlawanan.

"bukankah seharusnya begitu... apa kata orang bila aku tak peduli pada calon PERMAISURIKU..."ucap Shin membalas Mira.

"Pangeran, kau benar2 peduli dengan ucapan orang diluar sana atau kau mulai mencintaiku... oh, jangan sampai kau tergoda denganku Pangeran Shin bahkan sampai Jatuh Cinta Padaku.. Aku Tidak Ingin Terpenjara Karena Cintamu... Maafkan aku bila tak membalasnya, Pangeran Shin...." jawab Mira tersenyum.

"Bukankah suatu penghargaan untukmu bila aku mencintaimu.... Cintaku sangat Mahal Putri, semua gadis mungkin menginginkannya tapi mungkin juga hanya kau yang terpilih mengisi tuk mengisi hatiku dan mendapatkan cintaku... Bagaimana Putri Hwang??" Shin tersenyum menang.

"hohoho, sudah mendekati musim dingin tapi mengapa udara disini begitu panas.... fpuh, AKU BERHARAP BISA MENJAGA CINTAMU NAMUN SAYANG ITU TAK AKAN PERNAH BERBALAS... apa anda masih mau memberikan Cintamu untukku Pangeran.. Itu terlalu berat tapi.... akankah ada yang seberuntung aku yang mendapatkan cintamu... CInta seorang Pangeran Calon Raja, bukan hanya Cinta tapi Status Sosial, Aku bisa menjadi Menantu Kerajaan Keluarga Istana, apa yang tak kumiliki dahulu mungkin aku bisa mendapatkannya saat aku menjadi Istri dan Pendampingmu... sepertinya itu membahagiakan.... MAUKAH KAU IZINKAN AKU MENDAPATKAN CINTAMU PANGERAN SHIN.." Sindir Mira Kembali, Shin tertawa, untuk pertama kalinya ia tertawa dihadapan Mira, sementara Mira hanya melihat dan menunggu jawaban Shin.

"Mengapa kita baru bisa bicara seperti ini setelah lama bertemu.... andaikan malam ini lambat bergerak aku ingin menghabiskanya bersamamu Putri Hwang, Sungguh kau pilihan yang tepat yang diberikan kerajaan untukku... sayang hari hampir pagi, namun..... JANGAN PERNAH BERHARAP LEBIH ATAS PERNIKAHAN INI PUTRI HWANG, AKU SUDAH TIDAK MEMILIKI CINTA UNTUK KUBAGI, AKU HANYA INGIN MEMBAHAGIAKAN IBU SURI JUGA PERMAISURI... CUKUP SEBAGAI PENDAMPINGKU TIDAK LEBIH... Syukurlah kau juga tidak berminat membalas Cintaku seandainya aku berika padamu... tapi walau dalam mimpimu jangan pernah berharap aku mencintaimu..."tegas Shin.

Air muka Shin yang tadi tersenyum dan tertawa kini berubah seperti Shin yang dikenal Mira, Mira tertunduk dan mengulum senyumnya.

"Aku juga hanya ingin membalas kebaikan mereka, Ibu Suri dan Permaisuri... jangan khawatir Pangeran Shin, mungkin aku tak akan mengijinkan cintamu datang walau dalam mimpimu.... mohon ingatkan aku bila nantinya aku membuka hati untukmu tapi kuharap itu tidak akan terjadi... tapi maaf.. aku juga akan mengingatkanmu bila nanti kau juga hadir dan datang membawa cintamu padaku... SEMOGA ITU TIDAK AKAN TERJADI..."ucap Mira menatap kosong saat Shin beranjak meninggalkannya.

"aku rasa kita bisa menjadi bintang utama dalam sandiwara pernikahan ini Putri Hwang.... aku meyetujuinya, senang berkenalan dengan anda... Istirahatlah kau masih harus menjaga kesehatanmu yg belum pulih benar jangan sampai membuat malu sat pernikahan nanti.. Selamat Malam Putri Hwang....."Pamit Shin memunggungi Mira.

Sepeninggalan Shin, Mira kembali berkutat dengan bacaannya, lama berselang ia kembali ke peraduannya tuk beristirahat.
"begitu mudah dan menyenangkan berbisnis denganmu Pangeran Shin... kau dan aku sama hanya menjalani pernikahan ini demi orang2 yg amat kita cintai... aku akan mengingat semua tentang hari ini... sungguh melegakan..." Bisik Mira dalam hati sebelum ia memejamkan matanya.


besambung besambung......

6 komentar:

  1. mbak mee pengen baca yang di fb.. izinkan saya mbak... hikss *mohon dengan mata berkaca2* hiks...

    BalasHapus
  2. wooow makin seru ceritanya....di lanjutin yaa...
    fighting....!!! :)

    BalasHapus
  3. kak ni nyampe brapa chapter ya???hehehehe ntr akhirnya kyk goong ga ya???

    BalasHapus
  4. Lulu,
    Mian, di FB over Tag Lu...
    disini aja dech...

    Shofie, thx ya klo suka...

    Ayano,
    skrg dah 14 part, kyknya 20an dech...
    tergantung komen niey...
    bis komennya seseru ceritanya...
    GOONG kyknya engga dech, beda ma GOONG...
    hehehehe, Mian yack...

    ALL,
    jgn lupa komen terus ya biar nambah ide baru.... Thx dah mampir...

    BalasHapus
  5. yaudah gpp kok mbak mee..
    aku setia nunggunya :( huehue..

    BalasHapus
  6. ari dulu mimpi ampe part 19 nyak mau nambah lagi ya, tapi ya jangan marah2an melulu kasih sedikit mesra2nya wkwkwkwkkwkw*plak dilempar ke seoul ama nyak *

    BalasHapus